Lowongan Kerja Online

Tutu Tetes Air (2)


“Ikuti aku,” ujar Tutu Tetes Air, menggandeng tangan Lobi Lebah. “Sebentar lagi kita akan bergabung dengan rombongan tetes air dalam awan.”

Lobi mengangguk patuh. Ia kini berada dalam ribuan tetes air yang membentuk gelembung awan.

Wuuuzz... Bombom Paman Angin menghembuskan angin besar, menggerakan gumpalan awan ke atas sebuah daratan.

“Setelah Bombom Paman Angin menggiring kami ke tempat-tempat yang telah disampaikan oleh para Malaikat, kami para tetes air menunggu pesan letak dimana kami akan turun di permukaan bumi.”


Wush.... Angin sejuk menerpa wajah Lobi lebah.

“Angin tadi adalah surat kilat dari para malaikat, memberi tahu tugas kami dimana kami akan membasahi bumi. Hayo kita terjuun!!!” Tutu Tetes Air memegangi tangan Lobi lebah

Mereka meluncur kencang!!

“Huaaa!!!” Lobi lebah yang ketakutan memeluk Tutu Tetes Air.

“Ahahaha... Wuih! Menyenangkan!” teriak Tutu Tetes Air malah bergembira.

Buzz!! Blup, Blup, blup. Lobi dan Tutu Tetes Air terjatuh kedalam sebuah danau besar.

“Ke sana!” Tutu Tetes Air yang memegangi tangan Lobi, meluncur kencang ke arah riak air. Mereka berenang diantara ikan-ikan dan tumbuhan danau.

Wuzz!! Lobi dan Tutu tetes Air terbawa arus arum jeram, membentur batu-batu, melewati celah-celah sempit sungai, jatuh dalam derasnya air terjun, tergulung-gulung dalam buih air kemudian mengalir tenang dalam aliran air sungai.

“Ahahaha...!! Wiiihiii! Menyenangkan bukan?” teriak Tutu Tetes Air, girang.
Lobi lebah menggeleng-gelengkan kepala. Wajahnya tampak pucat karena mual dan ketakutan.

“Ahahaha...!! Nikmati saja perjalanannya Lobi. Sebentar lagi kita akan sampai di tempat tujuan. Hidup itu akan terus mengalir bagai air. Semua makhluk memiliki tugas dan perannya masing-masing. Setelah tugas dan perannya selesai, sesungguhnya hanya kepada Allah kita kembali.

Seperti halnya Tuan Jam. Tugasnya adalah berdetak, memberitahu kita akan waktu yang berjalan. Setelah dia pergi, tak ada gunanya kau bersedih. Karena tugasmu sebagai lebah sudah menanti.”

Lobi lebah terdiam

Tutu Tetes Air tersenyum.”Sebentar lagi perjalanan kita akan berakhir.”

Palm, Lobi dan Tutu tetes Air tersangkut pada sirip seekor ikan. Crash! Seekor burung menangkap ikan itu dan... “wuaaah!!” Lobi lebah ketakutan. “Wuiiih.. hahaha...,” Tutu tetes Air tertawa girang. Mereka berdua terpelangting ke udara.

Brug! Lobi lebah dan Tutu tetes Air mendarat di sebuah kelopak mawar.

“Selamat tinggal Lobi... Ku harap setelah ini kau bisa lagi ceria..” Tutu tetes air melambaikan tangan kemudian jatuh ke atas tanah dan meresap ke dalam.

Hiks. Lobi terisak sedih. Padahal ia baru merasa senang mendapat teman baru.

Plup! Sebuah kecambah muncul dari tanah tempat Tutu Tetes Air jatuh.

“Huaa... Cantiknya!” ujar Lobi, terkesima. Ia pun mengusap air mata. 

Suka dan tertarik dengan cerita diatas?
Dapatkan cerita-cerita seru lainnya dalam buku Lobi Lebah Si Pemberani



 Mau beragam cerita anak lainnya sebagai inspirasi kisah berhikmah? Yok langganan artikel blog ini. Gratis!

Caranya gampang Tinggal klik suka di Fan Page di sidebar sebelah kanan. atau bisa klik disini. setelah itu akan muncul jendela pop up. klik like/jempol. atau lewat email dengan cara klik disini

3 komentar

good

Reply

wuiiiiiis.... bagus baget tan. imajinatif! good. kembangin terus bakat nulisnya yat tan. SMANGAT

Reply

makasi nunii.. buku ke dua insya Allah segera meluncur

Reply

Posting Komentar

komentar di sini: